­
­

15.12.18

Ibu Berdaya dalam Ekonomi Digital #Ecodigi


Hai, Ladiesmom


Di suatu sudut rumah, dengan hiruk pikuk suara anak berlarian dan masakkan yang baru saja matang, ada seorang ibu yang sedang sibuk berkutat dengan HP ditangan kanan untuk sekali-kali menulis di catatan yang ada di depannya. Beberapa menit kemudian, bapak ojek online sampai di depan rumah dan si ibu pun keluar memberikan sebuah bungkusan dengan diselingi pesan
“Tolong ya pak, hati-hati itu isinya makanan soalnya” dibalas anggukan oleh bapak ojek online tersebut dan berangkatlah ia. 
Sang ibu pun tersenyum dan berucap
“Alhamdulilah, hari ini pesanan sudah ada yg sukses terantar”


source: Google


Ladiesmom familiar ga sih dengan cerita serupa di atas? 
Atau bahkan menjerit dalam hati
“ITU KAN KEGIATAN AKU SETIAP HARIIIII !!”


Memang yang dilakukan sang ibu di atas tadi sudah semakin menjadi pemandangan sehari-hari. Memberi gambaran bahwa semakin banyak ternyata ibu yang sudah memulai perjalanan hidupnya sebagai pengusaha berbasis ekonomi digital.

SEKILAS EKONOMI DIGITAL #Ekodigi

Di Wikipedia, pengertian Ekonomi Digital #Ekodigi adalah
Digital economy refers to an economy that is based on digital computing technologies, although we increasingly perceive this as conducting business through markets based on the internet and the World Wide Web.


Intinya ekonomi digital merupakan kegiatan ekonomi yang mengacu dan didasarkan pada teknologi komputasi digital, melakukan bisnis melalui pasar yang berbasis di internet Ladiesmom.

Source : https://www.instagram.com/katadatacoid/


Dari data di atas dapat dilihat pesatnya perkembangan teknologi dan digital secara global sudah berhasil merubah pola konsumtif masyarakat juga menjadi terdigitalisasi. Bahkan tahun 2020 nanti diprediksi perkembangan ini akan semakin menuju puncaknya.

Sadar ga sih Ladiesmom, dikehidupan sehari-hari orang sekarang mungkin lebih banyak yang tetap memilih belanja sayur, daging, dan kebutuhan dapur secara online, padahal rumah mah sebenernya ga nyampai satu meter dari pasar. Belum lagi beli pulsa, beli kosmetik, beli kado, beli perlengkapan anak, susu, pampers, semua sekarang udah punya waktu khusus buat scroll dan klik berbagai aplikasi E-Commerce untuk cari promo dan perbandingan harga



Coba cek-cek berapa banyak dari kumpulan logo aplikasi ini yang ada di HP kamu :P


Klo saya sih, ini semua logo-logo E-Commerce yg terdownload manis di HP  saya. 
Kebayang ya ! Haha



PENGALAMAN DAN POTENSI IBU DI EKONOMI DIGITAL #Ekodigi

Menjadi ibu selama 2 tahun ini membuat saya banyak kenal dan melihat para ibu-ibu dahsyat di luar sana. Ngurus anak iya, kerja kantoran iya, ngurus bisnis iya, masak sendiri iya, rumah tetep cantik iya. Pokoknya segala juga bisa !

Saya yakin banyak Ladiesmom disini yang punya peran kece seperti ini juga. 

Pecutan ini lah yang akhirnya menceburkan saya selama setahun belakang ini untuk memulai sebuah tantangan baru, yaitu terjun menjadi seorang freelancer dan juga pemiliki usaha dari dua bayi saya, yaitu

IG : Highlight Of You

IG : Eat.Spice


Gimana bu rasanya? 
Ya mereka berdua ini cukup lah ya membuat badan dan pikiran saya ini carut marut! HAHA

Banyak banget yang cukup belum berhasil dalam satu dan lain hal, tapi semangat itu tetap ada karena dipikiran saya tuh

 Gila, jaman sekarang udah segala dipermudah begini masa ga bisa menghasilkan apa-apa sih!
Banyak juga ga sih yang ngerasa kaya saya gini? 

Apa lagi pas anak sudah lebih besar dan bisa dibagi waktu dengan kegiatan lain, pasti deh pikiran langsung meledak-ledak dengan ide yang ingin dikerjakan.

Namun, karena pilihan saya sebagai Full Time Mom tentu akhirnya membuat waktu saya terbatas apabila ingin berkegiatan lama di luar rumah, belum lagi semuanya dikerjakan serba sendiri kan, walaupun dibantu suami kalau dia sedang senggang, but most of time is only me and my son against the world

(maaf kebanyakan nonton Netflix haha)


Tapi saya sadari kemudian, bahwa keberanian untuk terjun ke dunia baru ini mungkin ga akan saya dapatkan kalau saya bukan seorang ibu.

Karena apa? 
Karena saya buta semuanya tentang bisnis, usaha, link. Buta semuanya  Ladiesmom.
Saya cuma punya banyak mimpi yang ingin saya coba upayakan sebagai pribadi, tapi juga sudah terlanjur jatuh cinta sekali sama anak jadi ga mau jauh sama dia. Inilah yang akhirnya bikin nekat !





Me and my baby Highlight of You

Akhirnya saat memutuskan menjadi freelancer dan entrepreneur, tentu ga jauh-jauh dari model ekonomi digital #Ekodigi yang berbasis internet ini.
Karena kegiatan setelah menjadi seorang ibu toh ya ga jauh-jauh dari berselancar di dunia maya, berjejaring ke sesama ibu juga kebanyakan melalu media sosial komunitas ibu, bahkan workshop-workshop pun banyak yang saya ikuti secara online. 


Saya pikir, untuk sekarang ini yang paling memungkinkan dapat mengakomodir kebutuhan saya akan aktualisasi diri dengan punya usaha sendiri dan juga denga peran sebagai ibu yang ingin saya dapatkan sekaligus.

Sampai akhirnya seberjalannya waktu saya menemukan passion di dunia pendidikan kreatif, komunitas, kuliner dan menulis, membuat saya coba melihat potensi dari era digital, apa sih yang bisa dimanfaatkan. Eh ternyata ketemu loh! 

Saya bisa memulai usaha dari rumah dari apa yang paling saya inginkan, dan wow nya lagi semua sebagian besar hanya bermodal kuota, ide, design dan tulisan saya sendiri.


 

IBU PUNYA USAHA. SIAPA TAKUT !

Ladiesmom siapa di sini yang lagi cari jenis usaha dengan ciri-ciri seperti di bawah ini ;

  • Ga perlu modal besar
  • Ga perlu punya toko
  • Waktu sangat bisa ditentukan sendiri
  • Bisa tetep jagain anak dan ngurus rumah 
  • Kemungkinan untuk rugi bisa minimal
EMANG ADA?


Ladiesmom cek deh siapa tau besok bisamulai terjun ke jenis usaha ekonomi digital ini loh.

Sepengalaman saya di atas, saya mau kasih kabar baik untuk seluruh Ibu dimanapun kalian berada, kalau sudah sangat banyak yang bisa kita lakukan untuk memulai usaha sendiri, apalagi usaha yang berbasis Ekonomi Digital#Ekodigi.

Bener-bener apapun loh bisa dijual sekarang ini. 
Hal-hal yang mungkin tadinya hanya sekedar hobi atau mungkin terlihat tidak berguna, ternyata bisa jadi booming. 



Mau numpang cerita deh sekalian, kejadian nyata nih di Bunda saya. 

Jadi beliau ini sungguh sangat lah tipikal ibu-ibu Padang banget, suka masak dan masakannya pun enak ! 
Sering diminta bikinin masakkan buat acara teman ataupun sodara, tapi yaudah sampai situ aja. 
Ga diseriusin, apalagi sampe di promosiin. 

Jadi lah karena gemes, akhirnya saya buat Eat.Spice berkolaborasi sama bunda sendiri.
Bunda yang jago masak, collab sama saya yang bisa bikin logo, bikinin account Instagram, bikin pricelist, tulis caption menarik,tapi ga bisa masak xD

Dan voila kegemaran bunda memasak pun sekarang sudah bisa menghasilkan. 



me and my baby Eatspice

Bunda senang, saya pun lebih senang. Karena bisa bantu Bunda memberdayakan dirinya secara lebih lagi, dan saya pun ikut andil untuk jadikan usaha ini sebagai tambahan penghasilan. 
Win Win Solution kan 


BERDAYALAH IBU


Penjelasan panjang di atas sebenarnya memiliki satu tujuan untuk saya, ya benar, saya ingin semakin banyak Ibu yang Berdaya

Banyak  Ladiesmom mungkin yang bertanya ya, apa sih ini ibu berdaya yang kayanya lagi sering dijadikan pembahasan di beberapa media sosial, khususnya di komunitas ibu-ibu, dan kenapa sih harus jadi berdaya?

Baiklah Ladiesmom, jadi begini kalau diliat dari data jumlah perempuan di Indonesia nyaris separuh populasi, dan wirausaha wanita mencapai 14 persen dari total populasi tsb. Tapi keberadaanya dalam bidang politik dan ekonomi masih jauh gaungnya. 

No..No.. I'm not judging, but it's fact 

Source : IG : Katadata.co.id

Ladiesmom gambar di atas bisa menggambarkan sekilas terkait masih dalamnya perempuan dalam sistem di Indonesia. Ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa perempuan Indonesia banyak yang masih belum maksimal dalam memberdayakan dirinya. 

Saya pun sangat merasa kok, terutama setelah menjadi Ibu, banyak sekali hal yang berubah. Ibaratnya tuh mikirin diri sendiri aja udah susah, apalagi mau mikirin negara kan.

Ladiesmom ngerasa gitu juga ga?

Tapi itu lah pemikiran kita sbg perempuan yang suka salah selama ini. Padahal di tangan kita ini lah anak, cucu, keturunan Indonesia nanti memiliki awal peradabannya. 


Berdaya di sini memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekedar hanya "bisa melakukan sesuatu" tapi juga mempunyai akal cara dan sebagainya untuk mengatasi masalah. 


Kehidupan dan kekuatan para ibu itu bukan main-main. 
Apapun yang kalian sedang hadapi, please tolong tetap menjadi diri kalian. Lakukan sebanyak mungkin kegiatan positif yang kalian bisa, anak akan mencontohmu, suami akan mencintai mu lebih karena kamu juga mencintai dirimu sendiri. 



Percayakan dirimu  Ladiesmom bahwa banyak hal yang tetap bisa kamu kerjakan !
Banyak cara yang sayang dilewatkan dengan kemudahan Ekonomi Digital #Ekodigi sekarang ini. 

Ladiesmom bisa menghasilkan uang, bisa menghasilkan kebahagiaan, bisa menghasilkan persahabatan, bisa menghasilkan pengalaman, bisa menghasilkan kesempatan, dan banyak lagi.

Jangan ragu untuk membuat support system mu sendiri, jadikan mereka tempat terpercaya jika memang anak atau rumah perlu ditinggalkan sejenak, demi dirimu yang juga melaju. 

Dan mungkin untuk para suami, orang tua, sahabat, saudara, teman dari para Ibu yang membaca ini

Yuk, coba rangkul mereka.


Bantu mereka memiliki kesempatan memikirkan dirinya sendiri.
Bantu mereka untuk tersenyum karena hari itu terlewati dengan dia menemukan kegiatan yang ia sukai. 
Bantu mereka mencintai diri mereka sendiri lagi, untuk nantinya kembali menjadi istri, anak, adik, kakak, sahabat ceria yang dulu kalian kenal. 

Untuk Ladiesmom diluar sana, I love all of you !

Keeps being you 


Ciao,
Sheila L
IG : @sheilalif
Fb : Sheila Lifallah
Twitter : @sheilalifallah





Tidak ada komentar :

Posting Komentar

LADIESMOM TALK. 2025 * BLOG DESIGN BY Labinastudio.